oleh

Tiga Anak Gagal Ginjal Akut Meninggal, Polresta Razia Apotik dan Swalayan

Tanjungpinang (infoluarbiasa.com)-Guna meminimalisir kasus gangguan gagal ginjal akut pada anak yang salah satu penyebabnya ditenggarai dari obat cair, Polresta Tanjungpinang melakukan sosialisasi dan himbauan peredaran obat sirup di apotek dan swalayan di Kota Tanjungpinang, Jumat (21/10).

“Siang tadi kita lakukan pengecekan sekaligus himbauan kepada apotek-apotek dan swalayan agar sementara tidak menjual obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat,” ujar Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. H. Ompusunggu, SIK, M.Si, demikian rilis dari Humas Polresta Tanjungpinang.

Dikatakan, razia dilakukan guna menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI mengenai penyetopan sementara penjualan obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, SE itu dikeluarkan Kemenkes RI menyusul temuan kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada anak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pangecekan dilakukan sekitar pukul 13.00 Wib di beberapa apotek yang berada di wilayah Kota Tanjungpinang. Petugas kemudian meminta kepada pihak apotek dan swalayan untuk sementara tidak menjual obat-obatan dalam bentuk sirup kepada masyarakat.

“Kita bersama stakeholder akan turun bersama. Kita akan berikan edukasi baik kepada apotek, swalayan, rumah sakit, klinik maupun masyarakat. Semoga Kota Tanjungpinang terhindar dari penyakit ini,” ungkapnya.

Kapolresta Tanjungpinang juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi kasus gangguan ginjal akut pada anak ini. Ia meminta kepada orangtua untuk tetap tenang dan mengikuti setiap himbauan pemerintah.

“Waspada, namun tidak perlu panik. Bagi orang tua yang memiliki anak khususnya balita, untuk sementara jangan memberikan obat-obatan berbentuk cair secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan,” ucapnya.

Tiga Anak Gagal Ginjal Meninggal Dunia.

Sementara itu, menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kepri, Muhammad Rizqa, hingga kini di wilayah kerjanya terdapat empat kasus gagal ginjal akut pada anak. Tiga orang diantaranya meninggal dunia.

“Di Kepri anak yang mengidap gagal ginjal akut ditemukan dua di Kabupaten Karimun, satu di Kota Tanjungpinang, dan satu lagi di Kota Batam,” ujarnya kepada sijoritoday.com, Jumat (21/10).(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.