oleh

Tidak Disangka, Tinggi Peminat Ikut Pelatihan ICMI, Ini Penyebabnya

Tanjungpinang (infoluarbiasa.com)-Antusias para guru sekolah menengah untuk menambah kapabilitas individu cukup tinggi. Itu terlihat dari banyaknya kalangan terdidik yang ingin turut pelatihan yang ditaja Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Kota Tanjungpinang.

“Ada beberapa pihak yang ingin sekali ikut pelatihan. Tapi karena jumlah peserta dibatasi, maka mau tak mau mereka kami tolak,” ujar Ketua panitia Pelatihan Menulis Karya Ilmiah ICMI Tanjungpinang, Rio Wanis, menjawab infoluarbiasa.com, usai acara pembukaan pelatihan, Selasa (21/6), di Tanjungpinang.

Menurutnya, selain tenaga pendidik ada juga mahasiswa dan guru SD yang mendaftar. Padahal kegiatan itu bertajuk “Pelatihan Menulis Karya Ilmiah Untuk Guru SMA/SMK/MA se Kota Tanjungpinang”. “Tiap sekolah kami minta peserta 2(dua) orang, tapi ada juga (sekolah) yang kirim 3 (tiga) orang,” tambahnya.

Menurut nara sumber, Dr.Muzahar bin Ahmad Zawawi, kelas pelatihan yang efektif itu berjumlah sekitar 25 orang. “Yang ingin ikut pelatihan cukup banyak, ada sejumlah 40 orang. Tapi karena sudah ditentukan, maka kami terima hanya 26 orang saja,” ujar Rio.

Acara open ceremony pelatihan yang diadakan di aula SMAN 4 Tanjungpinang itu dibuka oleh Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Kepri, Drs.H.Nazaruddin, MH. Hadir dalam acara itu, beberapa kepala sekolah, dan pengurus ICMI Tanjungpinang.

Menurut Muzahar, kegiatan ini bertujuan memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada para guru SMA, SMK, MA se-Kota Tanjungpinang dalam menghasilkan karya ilmiah sesuai kaidah dan standard yang berlaku.

Ditambahkan, materi yang dipaparkan dalam pelatihan terdiri atas (a) refreshing pengertian dan ruang lingkup karya ilmiah, (b) refreshing: penelitian tindakan kelas, (c) dari mana mendapatkan ide karya ilmiah?, (d) etika penulisan karya ilmiah, (e) teknik penulisan karya ilmiah, (f) penelusuran referensi di internet dan (g) pencegahan plagiasi dan pemeriksaan  similaritas.

Sedangkan nara sumber adalah Dr.Encik Abdul Hajar (mantan Kepala Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia) dan Dr.Muzahar (dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).

Selain itu, sambung mantan Wakil Rektor Umrah ini, peserta diberi pendampingan setelah selesainya kegiatan pelatihan. Naskah-naskah ilmiah yang dimiliki oleh guru-guru peserta pelatihan akan direview oleh narasumber.

“Berdasarkan hasil review, guru-guru pemilik naskah akan dibimbing dan didampingi untuk memperbaiki isi naskah, format penulisan sesuai jurnal sasaran, hingga finalisasi proses submit naskah tersebut,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.