oleh

TENTANG PENGERAS SUARA

Oleh KH. Ahmad Dahlan

Kalau tinggal di perumahan berdamailah dengan bisingnya teriakan tukang sayur dan tukang bubur

Kalau tinggal di pinggir jalan berdamailah dengan bisingnya knalpot dan klakson kendaraan

Kalau tinggal di hutan berdamailah dengan suara jangkrik di malam hari, suara burung di pagi hari dan suara-suara hewan buas bersahut-sahutan setiap saat.

Kalau tinggal dekat Musholla berdamailah dengan bising suara speaker.

Kalau tinggal dekat Vihara nikmati saja aroma dupa.

Kalau tinggal dekat Gereja nikmatilah dentangan suara lonceng Gereja.

Kalau tinggal di pulau Bali nikmatilah suasana Nyepi yang begitu sakral.

Tak perlu menghujat dan minta agar menghentikan kebisingan itu.

Tak perlu harus pamer foto profil ataupun berkoar-koar

SAYA INDONESIA

SAYA PANCASILA

SAYA BHINNEKA TUNGGAL IKA

untuk menunjukan bahwa anda paling TOLERANSI.

Langit tak pernah sombong kalau ia paling tinggi.

Laut pun tak pernah congkak meski ia sangat dalam.

Nikmatilah hidup dan jadikan kebisingan-kebisingan itu sebagai lantunan irama yang harmoni

Karena anda hidup tidak sendirian….

Karena anda hidup di Indonesia dengan keberagaman…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed