oleh

Saparilis Terima Penghargaan UNESCO

Tanjungpinang (infoluarbiasa.com)-Satu lagi putra terbaik Kepri terima penghargaan. Tidak tanggung-tanggung, penghargaan itu dari badan dunia, yang mengakui Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Lembaga khusus PBB, UNESCO memberikan penghargaan kepada H.Saparilis, S.Ag, M.Si sebagai Pemantun Adat Melayu dari Kepri. Penghargaan itu diberikan melalui Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek RI, Ir. Suharti, MA, Ph.D, Jumat (12/8), Jakarta.

UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) merupakan badan yang fokus pada perlindungan situs-situs sejarah dan budaya, yang berkantor pusat di Paris, Perancis.

“Alhamdulillah berkat doa, saya menerima penghargaan Sebagai Pemanton oleh UNESCO yang diserahkan Sekjen Kemendikbudristek, Ibu Suharti,” ujar Saparilis senang.

Dengan adanya penghargaan dari UNESCO, menurutnya, menandakan badan dunia itu sangat peduli dengan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Melayu, terutama yang berada di Kepri.

Dikatakan, dia bersama dato Ali Ipon sudah diusulkan oleh Dinas Kebudayaan Propinsi Kepri karena sudah sejak lama membudayakan adat istiadat melayu dalam hal pantun memantun. Mulai dari pantun merisik, meminang, antar belanje, menikah, tebus pintu, dan tebus kipas.

Saparilis memang sosok yang punya banyak talenta. Sehari-hari dia ASN yang menjabat selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Selain itu, dia juga dikenal sebagai ustadz yang ternama di Kepri. Dia juga pengusaha, guru (mantan Kepala Sekolah), pengurus ICMI Kota Tanjungpinang, dan pemantun adat perkawinan.

Setiap ada helat pernikahan, terutama di Kota Tanjungpinang, praktis Saparilis ada disitu, bersama Ali Pon dan Thamrin Dahlan. Itu sebab, banyak orang yang kenal dengan Ketua Ikatan Keluarga Kepulauan Jemaja ini.(rmb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.