oleh

MW Kepri Bawa Misi RUU Kepulauan di Munas KAHMI

Tanjungpinang (infoluarbiasa.com)-Majelis Wilayah (MW) Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepulauan Riau (Kepri) berangkat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah, 24-28 November 2022

Tidak hanya sekedar datang, rombongan MW KAHMI Kepri yang bertolak Rabu sore (23/11) dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang itu, juga bakal mengupayakan supaya rancangan undang-undang (RUU) propinsi kepulauan segera diterbitkan menjadi UU oleh pemerintah.

“Di Munas nanti, kami akan bertemu dengan MW KAHMI yang provinsinya kepulauan untuk membahas kelanjutan RUU provinsi kepulauan tersebut. Kalau bisa jumpa dengan presiden Jokowi, kami akan sampaikan aspirasi ini,” ujar Ketua MW KAHMI Kepri, Dr.Suryadi, MH.

Doktor Suryadi
Doktor Suryadi

Sebagaimana diketahui, DPR RI sudah mengusulkan terbentuknya UU provinsi kepulauan. Namun hingga kini, pemerintah belum menyetujui RUU tersebut menjadi UU.

Menurut DPR, provinsi yang masuk dalam RUU provinsi kepulauan memiliki wilayah pulau-pulau yang lebih banyak sehingga pembangunan infrastrukturnya tidak merata dan masih tertinggal jauh dibandingkan provini lainnya.

Provinsi kepulauan yang masuk kategori tertinggal di tanah air yang akan dibuatkan UU khusus tersebut, berjumlah delapan provinsi, termasuk Kepri. Tidak saja DPR, DPD juga sudah mengusulkan RUU daerah kepulauan menjadi UU.

“Minimal kita harapkan RUU provinsi kepulauan ini bisa masuk dalam pembahasan pada sidang-sidang di Munas serta boleh menjadi rekomendasi hasil Munas KAHMI nantinya,” ujar Suryadi yang cukup getol memikirkan kepentingan Kepri itu.

Menjawab pertanyaan, doktor ilmu hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) ini mengatakan, pihaknya membawa sebanyak 14 orang utusan ke Munas KAHMI, yang terdiri dari MW Kepri, Forhati (Forum Kohati) Kepri dan Majelis Daerah (MD) KAHMI kabupaten/kota se-Kepri.

“Masing-masing MD mengirim satu orang, kecuali MD Tanjungpinang yang menugaskan dua orang. Sisanya dari provinsi, baik dari MW maupun dari Forhati,” ujar Suryadi yang juga ustadz kondang dari Kepri itu.(rmb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.