oleh

Dialog Interaktif ICMI Kepri Disambut Antusias

Tanjungpinang (infoluarbiasa.com)-Dialog interaktif yang ditaja Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Kepri, sempena peringatan hari ulang tahun (HUT) Provinsi Kepri ke 20 tahun, disambut antusias peserta.

Diskusi yang mengambil tema “Refleksi 20 Tahun Provinsi Kepri” itu, awalnya ditargetkan selesai pukul 11.00 Wib sejak dimulai pukul 09.00 Wib, namun saking banyaknya tanggapan dari peserta, maka acara molor dan selesai sekitar pukul 12.00 wib, Jumat (23/3), di Tanjungpinang.

Dua Narsum tampil offline, satu narsum via zoom

Dialog interaktif itu dihadiri oleh pengurus teras ICMI Kepri. Diantaranya, terlihat Ketua Dewan Pakar ICMI Kepri, yang juga Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Prof.Dr.Agung Dhamar Sakti, S.Pi, Ketua Harian ICMI Kepri, Dr.Ir.Lamidi, MM, anggota Dewan Penasehat Rafres Nawi, S.Pd, MM, Ketua Dewan Dakwah Kepri, Dr. Suryadi, MH, beberapa Wakil Ketua dan pengurus lainnya.

Acara yang dibuka ketua ICMI Kepri, Ansar Ahmad, yang diwakili Ketua Harian Lamidi itu, dilaksanakan secara online dan offline. Kursi yang disediakan untuk 50 peserta yang langsung hadir di Asrama Haji Kepri, Tanjungpinang ini praktis terisi semua.

Oksep sampaikan pemaparan

Secara offline via zoom juga terlihat anggota Dewan Penasehat, Prof. Dr. Chablullah Wibisono, MM, dan beberapa pengurus ICMI Kabupaten/Kota se-Kepri.

Dialog interaktif perdana ini menampilkan tiga nara sumber, yakni Drs. H. Naharuddin, M. TP (Widyaswara Ahli Utama, mantan Ketua Bappeda Kepri) yang mengupas Refleksi 20 Tahun Provinsi Kepri dalam perspektif pemerintahan.

Kemudian Dr. Susi Marni, SE, MM (akademisi dan praktisi) membahas tentang refleksi pembangunan di Kepri dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ketiga, Prof. Dr. Oksep Adhayanto, SH., MH (Dekan Fisip Umrah) mengkaji dalam perspektif sosial politik. Diskusi dipandu Suyono Saeran (Ketua Bidang Pengembangan Sistem Politik dan Pemerintahan ICMI Kepri, yang juga Timsus Gubernur Kepri).

Suryadi memberi tanggapan

Dari awal, diskusi tersebut sudah menarik minat peserta. Sebab, Naharuddin menyampaikan perkembangan Kepri sewaktu masih kabupaten bagian dari Provinsi Riau, saat perjuangan pemisahan diri dari Riau dan menjadi provinsi sendiri, hingga perkembangan Kepri setelah 20 tahun berdiri menjadi provinsi.

Sedangkan Oksep menyampaikan persoalan politik yang melingkupi Kepri selama 20 tahun ini. Menurut Dekan Fisip Umrah itu, ada persoalan kesejahteraan rakyat yang justru dijadikan komoditi politik.

Dia mencontohkan, proyek jembatan Bintan-Batam sudah direncanakan jauh sebelum Ansar Ahmad menjadi Gubernur Kepri. “Tapi sekarang proyek jembatan Bintan-Batam itu justru jadi isu politik. Padahal jembatan itu sudah direncanakan oleh gubernur sebelumnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi kenapa proyek itu menjadi isu politik saat ini,” ujar Oksep heran.

Sementara itu, Susi Marni menyorot pentingnya pengembangan SDM di Kepri. Karena SDM yang andal lah yang dapat memajukan Kepri yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan rakyat negeri “Bunda Tanah Melayu” itu.

Ketua Harian, Lamidi menyambut gembira melihat antusiasnya peserta yang hadir pada dialog interaktif tersebut. Menurutnya, acara serupa akan diadakan lagi secara berkala dengan berbagai isu yang menarik. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.