oleh

Abdul Malik Narsum Pertemuan Bugis Makassar

Tanjungpinang (infoluarbiasa.com)-Budayawan negara serumpun (Kepri-Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam) Prof.Dr.Abdul Malik, M.Pd kembali diminta jadi nara sumber (Narsum) tentang pahlawan nasional dari Kepulauan Riau (Kepri), Raja Ali Haji.

Kali ini Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar (PCBM) 2 yang meminta Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Provinsi Kepri itu sebagai Narsum utama bersama pakar dari negara Afrika Selatan, Prof. Dr, Najma Moosa.

“Acaranya dilaksanakan di Jakarta melalui online lewat zoom dan pertemuan tatap muka (langsung). Kegiatan ini diadakan Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), tadi pagi (7/11),” ujar Abdul Malik, Senin (7/11), via whatsapp dari Jakarta.

Menurutnya, seminar yang bertajuk “Transformasi Kepemimpinan dan Warisan Intelektual Syekh Yusuf Al-Makassari dan Raja Ali Haji Dalam Perspektif Budaya Bugis-Makassar” diresmikan mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla.

Tidak itu saja, perhelatan itu juga didatangi tokoh-tokoh penting ibu pertiwi, seperti Menteri Pertanian RI, Prof.Dr.H.Syahrul Yasin Limpo, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ir.AA.La Nyalla Mattalitti, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), H.Andi Sudirman Sulaiman, SE, dan beberapa rektor perguruan tinggi di tanah air.

Para petinggi itu cuma memberikan sambutan saja. Narsum utama kegiatan PCBM hanya saya dan yang dari Afrika Selatan (Najma Moosa) itu,” kata mantan Dekan FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) tersebut.

Malik menilai, kegiatan seperti ini bagus sekali sebagai pencerahan bagi generasi tentang perjuangan para pendahulu bangsa. Sebaiknya, kegiatan seminar yang membicarakan ketokohan para pemimpin dalam pelbagai bidang seperti itu harus banyak dilakukan.

“Tadi banyak peserta yang berterima kasih atas pencerahan yang disampaikan oleh pembicara. Selama ini mereka tidak mendapatkan informasi yang memadai tentang kedua tokoh yang dibicarakan tadi. Semua mereka berasa puas telah mengikuti seminar dan berharap akan ada lagi seminar yang serupa. Saya pun tak menyangka tanggapan peserta begitu antusias dan sangat positif,” ujar Malik yang dari garis keturunan kakeknya juga berdarah Bugis.

Dia juga menyatakan salut dan kagum melihat keseriusan KKSS dalam menghimpun semua potensi warga Bugis dan Sulsel umumnya, dalam mengembangkan potensi daerah, utamanya kecendekiawanan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih karena panitia telah mengundang saya sebagai pembicara utama seminar, khususnya tentang Raja Ali Haji sebagai tokoh pemersatu bangsa yang kita banggakan. Simbol persatuan bangsa Indonesia yang sangat jelas sampai sekarang adalah bahasa persatuan,  bahasa Indonesia,” ujar salah satu tokoh pemrakarsa pembentukan Provinsi Kepri ini.

Hasil seminar akan dibukukan

Ditambahkan, hasil seminar tadi akan dibukukan oleh panitia. “Hasil seminar akan dibukukan, Saya sudah dapat sampul bukunya (cover),” kata dia.(rmb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.