loading...

Tuesday, September 26, 2017

Jendral Gatot Numantyo Gagalkan Pembelian 5000 senjata api Oleh Non Militer, Tapi kenapa Ia Disalahkan,.???

Setara Institute menyoroti pernyataan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo tentang pembelian 5000 senjata yang dilakukan institusi non militer.

Ketua Setara Institute, Hendardi menegaskan bahwa Gatot telah menyalahi aturan. Pasalnya Gatot telah membeberkan informasi itu ke publik hingga tercium media. Padahal, informasi itu hanya boleh dikonsumsi internal pemerintahan serta intelijen.
jenderal gatot bocorkan pemesanan 5000 senjata api

"Menyampaikan informasi intelijen di ruang publik juga menyalahi kepatutan, karena tugas inteleijen adalah hanya mengumpulkan data dan informasi untuk user-nya, yakni presiden," ujar Hendardi.

Hendardi menambahkan, dengan membocorkan informasi soal penyelundupan senjata, membuktikan Gatot melupakan sejarah. Karena tertuang dalam peraturan manapun, informasi intelijen tidak boleh sampai ke ruang publik

"Panglima TNI jelas a historis dengan hakikat reformasi TNI baik yang tertuang dalam TAP MPR, Konstitusi RI maupun dalam UU TNI dan UU Pertahanan," imbuhnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ada kelompok tertentu yang ingin membeli 5.000 senjata api. Pernyataan ini disampaikan Gatot saat melakukan pertemuan silaturahmi dengan purnawirawan pejabat tinggi TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

"Datanya pasti akurat, Ada kelompok institusi yang ingin membeli 5.000 pucuk senjata bukan militer," ujar Gatot.

No comments:

Post a Comment