loading...

Saturday, December 3, 2016

Aksi Kita Indonesia 412 di Warnai Atribut Partai Politik, Wow,.

Massa Parade Bhinneka Tunggal Ika yang tergabung dalam 'Aksi Kita Indonesia' memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jl Sudirman hingga Jl MH Thamrin. Massa tampak memakai atribut dari beberapa partai politik.
Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFD
Pantauan di lokasi Car Free Day, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016), massa yang mengerumuni lokasi terlihat memakai kaos partai Nasional Demokrat (NasDem) dan juga membawa bendera partai Golkar. Massa yang memakai atribut partai tersebut tampak berjalan di sepanjang lokasi CFD dengan antusias.
Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFD #terpopuler
Salah satu peserta aksi yang memakai atribut partai NasDem mengaku dirinya mendapat arahan untuk memakai baju partai pada aksi kali ini. Menurut peserta aksi tersebut, ini dilakukannya untuk menunjukkan kehadiran perwakilan dari partai-partai pendukung pemerintah.
Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFD
"Ya, memang disuruh (partai). Ini acara dari seluruh Indonesia tapi perwakilan saja," kata salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan namanya

Meski membawa atribut partai politik, belum ada pernyataan bahwa massa menyampaikan hal yang terkait dengan politik dalam acara yang digelar di area CFD itu. Sejauh ini, kegiatan massa 'Aksi Kita Indonesia' adalah gerak jalan, bernyanyi dan menampilkan aksi seni di panggung-panggung aksi.




"Ya saya di suruh tadi (pakai atribut partai). Saya dari Karawang. Banyak ini massa, ada yang dari Bali, Yogyakarta, banyak mas. Tadi datang rombongan," kata peserta aksi dari Karawang, Sunaryo kepada detikcom.





Dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HKBK), disebutkan dalam pasal 7 ayat 2, area CFD tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan kegiatan yang bersifat SARA. Bunyi larangan tersebut adalah sebagai berikut:

"HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan SARA serta orasi

ajakan yang bersifat menghasut."

(sumber: detik.com)

No comments:

Post a Comment