loading...

Saturday, October 29, 2016

Pengakuan Pembunuh Bayaran dibayar 100 dollar australia untuk satu Pengedar dan Pemakai Narkoba di Filipina

Pasangan suami-istri di Filipina, Ace dan Sheila, yang menjadi pembunuh bayaran dalam perang melawan narkoba mengaku sudah membunuh sekitar 800 orang pengedar dan pengguna narkoba. Pasangan ini tidak bisa berhenti dari pekerjaannya selama perang melawan narkoba belum selesai.



Seperti diberitakan sebelumnya, Ace dan Sheila—nama samaran—mengaku dibayar senilai 100 dollar Australia untuk setiap kali membunuh pengedar maupun pengguna narkoba. Bos yang membayar pasangan ini adalah polisi Filipina.

Pasangan ini adalah bagian dari dead squad (skuat maut) yang diberi perintah untuk membunuh para pengedar dan pengguna narkoba jika melawan ditangkap oleh polisi Filipina. Meski mengaku merasa ngeri dengan pekerjaan sebagai pembunuh bayaran, mereka terpaksa melakukannya demi mendapatkan uang agar empat anak mereka tidak kelaparan.

Ace dan Sheila tak bisa berhenti dari pekerjaaannya sekarang ini, karena perang melawan narkoba yang dikobarkan Presiden Rodrigo Duterte belum rampung. Jika nekat berhenti atau mengundurkan diri dari pekerjaannya, mereka khawatir jadi target pembunuhan.

No comments:

Post a Comment