Wednesday, October 5, 2016

Apakah Kalian Pernah Cegukan, Inilah Penyebabnya Yang Harus Diketahui

Hampir setiap manusia pernah mengalami cegukan, yang sering kali terjadi seusai makan. Meski kelihatannya sepele, cegukan sedikit-banyak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, terlebih jika tidak hilang selama berhari-hari.waspadai cegukan
Cegukan terjadi saat terjadinya kontraksi involunter (tidak sadar) pada diafragma—dinding pemisah berotot tipis yang memisahkan dada dari perut dan berperan penting dalam pernapasan. Setiap kontraksi tidak sadar disertai oleh penutupan pita suara secara mendadak sehingga menimbulkan suara cegukan yang khas.

Pada beberapa kasus cegukan bisa jadi pertanda adanya kondisi medis tertentu. Kebanyakan orang mengalami cegukan hanya selama beberapa menit, tapi ada juga yang sampai berbulan-bulan walau kasus ini jarang terjadi.
Apa yang Menyebabkan Cegukan?

Makan dalam porsi besar, minum minuman bersoda atau beralkohol, perubahan suhu udara secara tiba-tiba serta perasaan terlalu bersemangat atau sangat tertekan adalah penyebab umum terjadinya cegukan. Anda bisa juga mengalami cegukan setelah makan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin, serta makanan pedas.

Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dapat disebabkan oleh alasan yang lebih serius. Misalnya kerusakan atau iritasi pada sistem saraf pusat, serta gangguan metabolisme dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Dalam kebanyakan kasus, cegukan disebabkan oleh cedera dan iritasi pada vagus atau saraf frenikus—yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan diafragma. Contohnya iritasi gendang telinga, iritasi atau sakit tenggorokan. Gondok, penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dan tumor atau kista pada esofagus adalah beberapa hal yang mengakibatkan kerusakan pada vagus atau saraf frenikus.

Penyebab lainnya berkaitan dengan gangguan di sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan saraf tulang belakang. Jika terjadi gangguan atau kerusakan, tubuh akan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan cegukan. Gangguan atau kerusakan tersebut mencakup stroke, multiple sclerosis, tumor, meningitis danensefalitis, cedera kepala atau otak, hidrosefalus, serta neurosifilis atau infeksi otak lain.

Jika menggunakan obat-obatan tertentu misalnya steroid, obat tidur dan obat penenang, Anda berpotensi mengalami cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam. Sama halnya dengan perawatan medis tertentu seperti penggunaan kateter untuk mengakses otot jantung, pemasangan stent pada esofagus, bronkoskopi (alat untuk melihat ke dalam paru-paru), serta trakeostomi (pemasangan tabung di dalam leher untuk membantu pernapasan).

Beberapa orang mungkin cegukan setelah menjalani anestesi umum atau setelah menjalani operasi yang melibatkan organ perut. Jenis kelamin diyakini juga berpengaruh, pria lebih cenderung mengalami cegukan dalam jangka waktu lama dibandingkan dengan wanita.

No comments:

Post a Comment