Friday, September 2, 2016

Ayo Kenali dan Berhati-hatilah Dengan Virus Zika


Akibat virus Zika, ribuan bayi telah lahir dengan kondisi otak yang belum berkembang sepenuhnya.

Di sejumlah kawasan, status darurat nasional telah diberlakukan untuk mengatasi penyebaran virus Zika. Kebijakan ini tidak berlebihan mengingat sejumlah dokter menilai virus Zika kini sedang berkembang menjadi wabah. Untuk itu, para dokter mengimbau kaum perempuan di negara-negara yang terpapar Zika untuk menunda kehamilan.

 virus zika

Namun, ada begitu banyak tentang virus Zika yang belum diketahui khalayak awam.
Apa gejala orang yang terpapar virus Zika?

Kasus kematian akibat virus Zika jarang terjadi dan hanya satu dari lima orang yang diduga terpapar menunjukkan gejala-gejalanya, antara lain.
Demam ringan
Mata merah dan iritasi
Sakit kepala
Sakit pada persendian
Ruam

Sejumlah dokter di beberapa negara mengatakan virus Zika terkait dengan penyakit saraf langka, yaitu Sindrom Guillain-Barre, yang bisa menimbulkan lumpuh sementara

Sejauh ini belum ada vaksin atau pengobatan yang bisa menyembuhkan virus Zika sehingga pasien yang terpapar dianjurkan beristirahat dan minum banyak cairan.Akan tetapi, kekhawatiran terbesar adalah imbas virus Zika terhadap janin di kandungan lantaran bisa menyebabkan pengecilan otak atau mikrosefali.
Apakah yang dimaksud dengan mikrosefali?

Mikrosefali adalah suatu kondisi seorang bayi yang lahir dengan kepala kecil karena otak mereka tidak berkembang sepenuhnya di dalam kandungan.

Tingkat keparahannya beragam, namun bisa mematikan apabila otak sang bayi sangat tidak berkembang dan tidak mampu mengatur fungsi-fungsi vital di dalam tubuh. Beberapa bayi yang meninggal dunia memiliki virus Zika di dalam otak. Virus itu bahkan dideteksi di dalam plasenta dan air ketuban.

Kalaupun ada bayi yang selamat dari kondisi mikrosefali, mereka biasanya menghadapi disabilitas intelektual dan penundaan perkembangan tubuh.

WHO mengatakan ada ‘kesepakatan saintifik’ bahwa Zika menyebabkan mikrosefali dan Sindrom Guillain-Barre
Apakah aman untuk mendapatkan keturunan?

Beberapa negara menganjurkan kaum perempuan untuk menunda kehamilan sampai informasi rinci mengenai virus Zika terungkap.

Para ahli meyakini virus Zika terkait dengan komplikasi dalam kehamilan, termasuk keguguran, bayi meninggal dunia dalam kandungan, kelahiran prematur, dan masalah mata pada janin.Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (USCDC) mengatakan virus Zika menetap di dalam darah selama satu pekan dan dapat ditularkan melalui hubungan seks.

“Virus itu tidak menyebabkan infeksi pada janin yang tercipta setelah virus dibersihkan dari darah. Saat ini belum ada bukti penularan virus Zika menyebabkan kelainan janin pada kehamilan berikutnya,” sebut USCDC.

WHO menganjurkan bagi para pasangan untuk memakai kondom saat berhubungan seks atau tidak berhubungan seks sama sekali selama delapan pekan jika pihak perempuan baru kembali dari kawasan yang terpapar virus Zika.

Jika pihak pria yang mengidap gejala virus Zika berencana menghamili pasangannya, maka dia tidak boleh berhubungan seks atau berhubungan seks memakai kondom selama enam bulan.

No comments:

Post a Comment