loading...

Friday, August 5, 2016

Hukum Anal sex Menurut Islam, Yang suka Dengan Anal Sex (maen belakang) Sebaiknya Baca Ini



ملعون من أتى امرأة ً فِيْ دُبُرِهَا

“(sungguh) terlaknat orang yang menggauli istri lewat dubur”
(HR. Ahmad, 2/479; dalam shahihul jami’ hadits no.5865)
Bahkan lebih dari itu Rasulullah shallahu alahi wassalam bersabda :

مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امرَةً فِيْ دُبُرِهَا أَوْ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“barangsiapa menggauli istri (yang sedang) haid atau menggauli di duburnya atau
mendatangi dukun maka ia telah kufur (menggingkari) dengan apa yang
diturunkan pada muhammad.” (HR. At Tirmidzi 1/243; dalam shahihul jami’
hadits no. 5918)
hukum anal sex menurut islam
Meskipun beberapa wanita normal enggan melayani kelainan suaminya, 
tapi pada akhirnya banyak yang tidak berdaya. Sebab tak jarang suami 
mengancam akan menceraikannya jika dia menolak.Sebagian lain menipu 
istrinya yang mau bertanya tentang hukum masalah tersebut dengan mengatakan, 
hal itu halal dan dibolehkan. Mereka berdalil :


isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka 
datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu 
kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah 
kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan 
berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al baqarah: 223)

Padahal kita tidak boleh menafsirkan maksud ayat diatas sesuai dengan 
keinginan kita, tetapi kita harus merujuk kepada Sunnah. Sebab sebagaimana 
telah dimaklumi bersama, sunnah adalah penjelas al qur’an. Sunnah Rasulullah 
shallallahu alahi wassalam menjelaskan, suami boleh sekehendaknya 
menggauli istri dari arah depan atau belakang selama di tempat jalan kelahiran 
anak (vagina). 

Dan tidak diragukan lagi dubur/anus bukanlah jalan kelahiran anak tapi jalan 
keluarnya kotoran manusia. Diantara sebab terjadinya perbuatan dosa ini 
adalah saat memasuki kehidupan rumah tangga yang suci, mereka masih 
membawa warisan jahiliyyah yang kotor berupa berbagai adegan 
menyimpang yang diharamkan. Atau masih membawa ingatan dan imajinasi 
adegan film-film porno tanpa taubat kepada Allah ta’ala.

Perbuatan ini tetap haram, meskipun dilakukan atas dasar suka sama suka 
oleh suami istri. Karena saling merelakan untuk mengerjakan 
perbuatan haram tidak menjadikannya sebagai perbuatan halal.

Jika suami istri perbuatan ini diharamkan, maka penekannya lebih kepada 
yang belum nikah dan yang dilakukan sesama jenis. Karna ada diantara 
sebagian manusia mencari alasan untuk membenarkan perbuatannya (admin).



Sumber nukil : syeikh Muhammad Shalih Al Munajjid,dosa-dosa yang dianggap biasa, 
(yayasan Al sofwa,1997) cet I, penerjemah Ainul Haris Umar Thayib, h.52

No comments:

Post a Comment