loading...

Thursday, July 14, 2016

Luarbiasa, Bocah Tergemuk di dunia Berasal Dari Indonesia

Seorang anak paling gemuk di dunia, ternyata berasal dari desa Cipurwasari, 
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia.
tak cuma sekedar gemuk biasa, dilansir dari Daily Mail (29/6), seorang
anak berusia 10 tahun bernama Arya Permana ini punya penampilan fisik
sangat mencolok mata, dengan berat 192 kilogram dan bentuk tubuh yang
tampak sangat 'berat.'
 arya permana, bocah tergemuk

Bahkan, Arya terpaksa tidak sekolah karena dia tak bisa lagi berjalan
dan dia tak bisa jauh-jauh dari makanan. Sang ibu, Rokayah,
menyatakan bahwa ia terus-menerus lapar. Tak cuma itu, pakaian
biasa pun tak cukup buat dia. Akhirnya dia hanya bisa menggunakan
sarung untuk berpakaian sehari-hari. Sang Ibu pun membuatkan kolam
kecil untuk dia mandi dan berendam sehari-hari di teras rumahnya.


"Dia selalu letih dan mengeluh tentang nafasnya yang pendek.
Kegiatannya hanya makan dan tidur, dan jika dia tak melakukan
keduanya, dia hanya berdiam di kolam selama berjam-jam," ungkap sang Ibu.
Sang ibu menyatakan bahwa porsi makanan yang disantap Arya
selalu terdiri dari nasi, ikan, daging sapi, sup sayuran, dan
tempe goreng. "Porsi makannya sangat banyak dan dapat
makan dua porsi orang dewasa dalam sekali makan," ungkap sang Ibu.
Arya makan dengan porsi demikian sebanyak 5 kali setiap harinya.
 bocah tergemuk di dunia
Arya sebenarnya lahir dalam keadaan normal dengan
persalinan normal pula. Ketika lahir, dia adalah bayi
dengan berat badan normal yakni 3,2 kilogram.
Namun berat badannya mulai mengalami penanjakan
yang signifikan semenjak menginjak umur 2 tahun.
Ketika itu, kedua orang tua Arya sama sekali tak khawatir
karena mereka justru bahagia melihat anaknya gemuk.
Tentu mereka berasumsi bahwa 'gemuk itu sehat.'
Namun semenjak Arya tak mampu lagi berjalan karena
hanya beberapa langkah dia sudah kehilangan keseimbangan,
orang tua Arya, Rokayah, 35, dan sang suami yang
merupakan seorang petani, Ade Somantri, 45,
akhirnya memutuskan untuk membatasi makanan
Arya. Hal ini dilakukannya setelah muncul ketakutan
akan bahaya obesitas yang mau tak mau akan segera
dirasakan oleh sang anak.
"Kami menyadari bahwa dia menderita sesuatu dan
membutuhkan penanganan medis," ungkap sang Ibu.
Arya pun dibawa ke beberapa dokter di desa Cipurwasari,
dan dokter sama sekali tak menemui keanehan apapun dalam
membengkaknya berat badan Arya.
Kini Arya sedang menjalani masa diet dengan hanya
memakan nasi merah setiap harinya, dengan harapan berat
badannya bisa menurun dan bisa hidup normal layaknya anak-anak seusianya.
"Saya tidak mampu membayar rumah sakit yang mahal, namun
saya berharap bisa melihat anak saya normal kembali suatu saat nanti," ungkap Ade.

No comments:

Post a Comment