loading...

Monday, February 29, 2016

Menghebohkan, Manusia Kalkulator Asal Makasar Tidak Lulus SD

Mampukah Anda menghitung angka-angka dengan perkalian, penjumlahan, dan pembagian dalam waktu cepat melebihi kecepatan mesin hitung?
Mengharukan, Begini Kisah Hidup Ulcok 'Kalkulator Berjalan' yang Sering Dicemooh

Ruslan Yusuf atau Ulcok (Ullang Commo’) (25) bisa melakukannya. Ulcok adalah salah satu pemuda yang memiliki kemampuan luar biasa dalam hal hitung menghitung.
Kemampuannya menghitung hasil perkalian, penjumlahan, dan pembagian melebihi kecepatan mesin hitung, membuat mata terbelalak.
Betapa tidak, Ulcok bukan lulusan sebuah perguruan tinggi ternama. Ia juga tidak pernah mengikuti kursus-kurus matematika dan sejenisnya.
Ia bahkan tidak menyelesaikan bangku sekolahnya setelah “diusir” dari sekolah karena dianggap sering mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
"Aktif sekali-ki dulu baru kan pintar sekali hitungan. Mau perkalian atau pembagian dia bisa. Ia bahkan sering ajari gurunya dulu di sekolah,” kata Yusuf Roa, orang tua Ulco, akhir pekan lalu.
Keseharian Ulco dipenuhi kesunyian. Ia dikenal sebagai anak kurang gaul. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menonton, atau menyendiri di warung kopi.
Namun, jika Anda datang ke rumahnya di Jl Butta Butta Caddi, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, hampir semua orang mengenalnya.
Ulco tinggal di rumah semi permanen berlantai dua di sebuah lorong sempit. Di situ ia tinggal bersama kedua orangtuanya dan beberapa orang saudaranya.
Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Sedangkan ibunya berstatus sebagai ibu rumah tangga.
Beberapa saudaranya yang lain telah berkeluarga, tinggal ia dan tidak orang adiknya yang belum berkeluarga. Adik Ulco, Ahmad, mengatakan bahwa hingga saat ini kakaknya belum pernah mendapat pekerjaan.
"Di rumah-ji kalau malam sendiri nonton. Kalau pagi keluar-mi. Dulu seringki mengamuk kalau ada ganggu-ki jadi tidak suka-ki bergaul di sini. Sampai sekarang juga nda ada kerjanya kodong karena mungkin dianggap-ki ada sakitnya," ungkap Ahmad.
Selama bersekolah di SD Negeri Galangan Kapal I, Ulcok dikenal sebagai murid yang pintar, rajin, sopan, dan bersih.
"Waktu kelas II itu saya yang ajar-ki. Pintar memang dia,” kata Ratna Spd, guru SD Negeri Galangan Kapal IV Makassar
Ratna menceritakan, saat kelas II, Ulco tampak normal-normal saja. Namun saat naik ke kelas III, Ulco sempat sakit dan mengalami koma selama beberapa bulan.
“Seingatku, ia sempat koma beberapa bulan. Padahal orang susah kodong orangtuanya,” tutur Ratna.
Setelah itu Ulco mampu terbangun dari koma. Inilah awal dari perubahan drastis Ulco.
Ia tampak hiperaktif, fokus pada satu hal dan kadang berbicara sendiri.
Emosinya pun kadang tidak stabil menyebabkan ia sering mengamuk. Serta di sinilah awal ia mampu menghitung dengan cepat tak seperti manusia lainnya.
Adik Ulco juga mengatakan demikian. "Ia pernah-ki sakit setelah itu juga langsung-ki berubah. Aneh-ki sikapnya tapi langsung-ki jago menghitung," lanjut adik Ulco, Rahmat Yusuf.
Dalam sepekan terakhir, nama Ulco menjelma menjadi sosok yang ramai diperbincangkan, khususnya di dunia maya. Kemampuanya yang tidak biasa tersebut banyak dikagumi.
Saat ditemui di salah satu warkop yang berada di Jl Mesjid Raya, Minggu (14/2), ia asyik duduk sendiri.
Saat diajak ngobrol ia pun dengan terbuka melayani pembicaraan para pengunjung warkop.
Beberapa pengunjung juga memberikan pertanyaan terkait hitung-hitungan berupa perkalian dan semacamnya. Tak perlu berpikir lama Ulco mampu menjawab pertanyaan yang dilayangkan kepadanya.
Anak keempat dari tujuh bersaudara ini berbeda dengan orang lain yang seusia dengannya.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarganya, ia setiap pagi meninggalkan rumah yang terletak di Jl Butta-Butta Caddi Kelurahan Kaluku Bodoa Kecamatan Tallo dengan berjalan kaki.
Ia berjalan kaki hingga beberapa kilometer hanya untuk berkunjung ke warkop yang ia senangi. Beberapa di antaranya yakni warkop yang terletak di Jl Bandang, Jl Pongtiku dan Jl Masjid Raya. Pria yang gemar mengoleksi cincin batu ini baru pulang ke rumahnya saat malam tiba.
"Kalau pagi-mi itu keluar-mi tidak tahu juga mau kemana baru jalan kaki-ji' saja, tapi kalau nabilang orang sukaki ke warkop yang ada di Jl Bandang," ungkap adiknya, Ahmad Yusuf.
Anak dari pasangan Yusuf Roa (56) dan Nurani (49) ini juga mengakui hal serupa. Bahkan Ulcok sendiri mengakui bahwa ia juga kadang berjalan kaki hingga ke Jl Manuruki dan Jl Rajawali..

No comments:

Post a Comment