Monday, February 8, 2016

Inilah 7 Mitos Tentang Kondom Yang Harus Diketahui

Kamu tentu saja kenal kondom, kan? Cukup populer di kalangan para pria 
untuk mengontrol kehamilan. Bisa dikatakan, kondom adalah alat kontrasepsi
yang cukup aman.
Selain dapat mengontrol kehamilan, kondom juga dapat mencegah penyebaran
infeksi penyakit. Inilah yang membuat kondom menjadi cukup populer dan tak
heran jika banyak sekali mitos yang beredar terkait dengan kondom tersebut.
Mengungkap 7 mitos tentang kondom

Nah, agar kamu tak salah kaprah penting buat kamu mengetahui fakta
sebenarnya dari mitos-mitos tersebut. Melansir dari gurl.com, berikut ini
 merupakan fakta dibalik tujuh mitos tentang kondom.
1. Kondom 100 persen melindungi dari kehamilan
Banyak sekali orang yang berpikir bahwa kondom 100 persen efektif
untuk mencegah kehamilan. Sayangnya, kamu harus kecewa karena
pandangan ini tak sepenuhnya benar. Sekitar 98 dari 100 wanita tidak
 akan hamil saat menggunakan kondom dengan benar.
Tetapi, ketika tak digunakan dengan cara yang benar, maka kehamilan
pun tak terhindarkan. Orang-orang yang hamil meskipun telah menggunakan
 kondom karena adanya kemungkinan kondom tersebut pecah. Oleh karena itu
, menggunakan pil kontrasepsi atau spiral akan menjadi cara yang tepat untuk
 menunda kehamilan, selain menggunakan kondom.
2. Tidak bisa menikmati seks
Untuk beberapa alasan, banyak sekali orang percaya bahwa menggunakan
 kondom membuat seks terasa tak begitu nikmat. Tentu saja ini adalah pandangan
yang keliru. Sebuah studi membuktikan bahwa penggunaan kondom akan membuat
sedikit perbedaan, tetapi itu bukanlah hal yang besar.
Yang pasti, kondom tak akan membuat pasangan atau seseorang tak
merasakan kenikmatan saat seks. Kamu tak perlu khawatir karena kamu
masih bisa melakukan sesuatu yang hebat dengan menggunakan kondom.
3. Tak bisa menggunakan kondom jika alergi pada lateks
Alergi pada lateks (bahan pembuatan kondom) memang bisa saja terjadi. Tetapi,
 ini bukan berarti kamu berada dalam kehidupan seks yang tak aman. Ini karena
lateks bukanlah satu-satunya bahan untuk membuat kondom.
Kamu bisa menemukan kondom dengan bahan polyurethane dan kamu tak
perlu khawatir dengan keamanannya. Karena kondom dengan bahan
polyurethane juga memiliki kinerja yang sama dengan kondom dengan bahan lateks.
4. Kondom gampang rusak
Jika kamu menyimpan dan menggunakan kondom dengan benar, maka
kondom tak akan rusak dengan mudah. Jangan lakukan hal-hal seperti
menggigit kondom (meskipun masih dalam kemasan) dan menyimpannya
di tempat yang tepat.
Jangan menyimpan kondom di dompet atau di saku. Kamu harus memperhatikan
 tempat menyimpan kondom yang benar. Jangan gunakan kondom jika sudah
mendekati atau bahkan melewati masa kadaluwarsa.
5. Tak masalah jika menggunakannya dengan pelumas
Jangan berpikir menggunakan pelumas (dengan menggunakan lotion atau lainnya)
pada kondom itu aman. Sebagian besar kondom telah menggunakan pelumas di dalamnya,sehingga kamu tak perlu menambahkannya.
Terlalu banyak pelumas justru akan membuat lateks mudah pecah. Ini berarti bahwa
 kondom kamu tak aman untuk digunakan.
6. Kondom ukuran besar akan lebih baik
Hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa kondom yang lebih besar
 akan bekerja lebih baik dibandingkan dengan kondom ukuran biasa. Faktanya,
 kondom dapat meregang karena sifatnya yang elastis. Oleh karena itu, dia dapat
 menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran penis.
7. Menggunakan dua kondom sekaligus
Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa menggunakan kondom
 ganda saat berhubungan seks akan memberikan hasil yang efektif.
Ini adalah pandangan yang sangat keliru. Menggunakan dua kondom
 sekaligus justru merupakan ide yang buruk. Gesekan lateks antara kedua
 kondom justru akan dengan mudah merusak kondom. Dan tentu saja, ini
 akan memberikan peluang besar bagi kehamilan.
Beberapa pandangan salah kaprah tentang kondom tersebut justru membuatnya
menjadi tak efektif. Nah, setelah mengetahui faktanya, kamu pandangan kamu tentang
 kondom tak kabur lagi, kan?

1 comment: