loading...

Tuesday, December 15, 2015

Kisah Nyata Seorang Anak Usia 6 Tahun Hidup Sendiri di Kaki Bukit


Seorang anak kecil yang baru berumur 6 tahun bernama Ah Long, terpaksa harus hidup seorang diri di sebuah desa di kaki bukit Gunung Malu, Liuzhou, Propinsi Guangxi, China. Anak kecil ini adalah korban pengucilan orang-orang sekitar karena ia memiliki keturunan penyakit AIDS yang diderita kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya telah meninggal pada tahun 2008 dan 2010 akibat penyakit AIDS.
mengharukan anak umur 6 tahun bertahan hidup sendiri di kaki bukit

Orang-orang sekitar takut mendekat dan bersahabat dengan Ah Long. Satu-satunya kawan setia Ah Long hanyalah seekor anjing yang bernama Lao Hei.
Ah Long harus bertahan hidup sendiri dari memasak, mencari makanan, mencuci dan lain-lain. Satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup hanyalah neneknya yang sudah berusia lanjut 84 tahun. Kadang si nenek datang dan memasakkan makanan untuknya, namun si nenek juga tak mau tinggal bersama Ah Long.
Hampir tidak ada orang yang peduli kepadanya. Pihak sekolah pun tidak mau menerimanya kembali, bahkan para orang tua murid berjanji akan mencelakainya apabila ia  muncul kembali di sekolah dan bermain dengan anak-anak. Dokter juga enggan mengobati ketika Ah Long sakit. Departemen Kesehatan juga tidak mau mengurus anak tersebut. Biro sipil setempat menyediakan dana sebesar 70 Yuan per bulan atau sekitar Rp. 90.000,- per bulan. Tapi uang sebesar itu tidak cukup untuk membiayai hidupnya selama satu bulan.
Semenjak kisah Ah Long tersebar di media, Ah Long mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Ah Long juga mendapat perhatian dari orang-orang yang baik hati. Ada yang bersimpati dengan memberikan pakaian, makanan, beras, mie. Dan ada juga yang memberikan surat kabar mingguan agar Ah Long bisa mengikuti kabar dunia terbaru. Pemerintah China ikut membantu mendirikan sebuah rumah amal yang dibangun tepat di sebelah rumah lamanya.
Betapa keras hidup yang harus dijalani Ah Long. Di saat usianya yang masih suka bermain dengan teman sebayanya, ia harus rela hidup sendiri  dikucilkan dari orang-orang sekitar. Mungkin dalam hatinya ia bertanya-tanya, “Apa salahku? Mengapa mereka bersikap seperti itu terhadapku?”.
Itulah kisah mengharukan anak umur 6 tahun bertahan hidup sendiri di kaki bukit. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut.

No comments:

Post a Comment