Friday, November 27, 2015

5 Cara Menghindar Dari Dosa Akibat Syahwat Duniawi

Sebagai manusia, makhluk Allah yang dibekali akal dan nafsu, maka sudah tentu terkadang atau justru seringnya setan menggoda kita lewat syahwat yang sejatinya adalah sesuatu yang lumrah ada dalam diri kita. Akan tetapi setan dengan pintar menjerumuskan manusia dalam dosa lewat syahwat yang tak terbendung. Syahwat duniawi terutama. Dan tak hanya terkait syahwat kepada lawan jenis, syahwat kepada harta atau segala bentuk fitnah duniawi yang lain juga bisa membelenggu hati dan diri manusia dalam dosa.

Untuk itu, kita harus selalu waspada dan berjaga dengan maksimal, agar setan tak mampu menembus pertahanan diri dan hati kita. Selalu minta perlindungan kepada Allah SWT dan melakukan beberapa hal berikut, yang mampu menjaga kita agar terhindar dari dosa akibat tak mampu mengendalikan syahwat duniawi kita.

1. Perbanyak Puasa Sunnah

Puasa adalah salah satu perisai kuat dalam kita menjaga diri dan hati dari dosa akibat tak mampu mengendalikan syahwat dan nafsu duniawi. Seseorang yang ingin menikah namun belum memiliki kemampuan, hendaknya memperbanyak puasa sunnah.
Berpuasa Sunnah [Image Source]
Berpuasa Sunnah 
Karena selain menghindarkan diri dari syahwat dan nafsu yang menjerumuskan pada dosa, puasa juga bisa lebih mendekatkan kita pada Allah SWT. Dan semoga dengan amalan-amalan sunnah terbaik itu, Allah akan mendekatkan kepada jodoh.

2. Perbanyak Mengingat Allah (Dzikir)

Dzikrullaah atau berdzikir bisa menjaga kita setiap detiknya agar selalu dekat dengan Allah dan terjaga dari segala bujukan setan. Terutama dalam menjaga kita dari nafsu dan syahwat duniawi yang bisa menjerumuskan kita pada dosa dan maksiat. Dengan mengingat Allah, hati kita juga bisa menjadi lebih tenang. Hidup juga menjadi lebih damai, karena merasa bahwa segala permasalahan hidup pasti akan ada penyelesaiannya dari Allah.
Berdzikir dan mengingat Allah [Image Source]
Berdzikir dan mengingat Allah
Berdzikir tidak hanya bisa kita lakukan setelah sholat saja, namun setiap detik bisa kita lakukan. Dan saat pagi atau menjelang sore hari juga bisa kita lakukan, yaitu dzikir pagi dan petang.

3. Perbanyak Bershodaqoh

Bershodaqoh atau memberikan sebagian rezeki yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan adalah sebuah amalan yang amat dicintai oleh Allah. Tak hanya bagi mereka yang memiliki harta lebih, karena Rasulullaah pernah bershodaqoh sebutir kurma yang hanya satu-satunya beliau miliki untuk seorang bapak tua yang kelaparan.
Perbanyak Bershodaqoh
Perbanyak Bershodaqoh
Namun juga bukan berarti bahwa yang banyak bershodaqoh dalam jumlah besar selalu mengandung unsur riya’ atau sombong. Karena Abu Bakar sering bershodaqoh dari harta kekayaannya bahkan sampai hampir semua kekayaan yang beliau miliki. Bershodaqoh dapat membuat kita terhindar dari nafsu dan syahwat duniawi, terutama dalam hal harta serta jabatan atau kekuasaan. Karena dengan kita semakin sering berbagi kepada sesama, kita akan semakin kuat merasakan penderitaan mereka yang membutuhkan. Dan keikhlasan mereka yang bershodaqoh akan Allah ganti dengan syurga kelak. In shaa Allah.

4. Perbanyak Shalat Sunnah

Memang shalat adalah tiang agama, dimana shalat bisa menjadi indikator kuat atau tidaknya keimanan kita. Orang yang shalatnya rajin dan kusyu’ saja bisa kadang masih tergoda bujukan setan, apalagi mereka yang tidak menegakkan shalatnya. Itulah mengapa, istiqomah dan ikhlas dalam menjalankan perintah Allah bisa menjaga kita dalam melakukan ibadah-ibadah kepada Allah.
sholat sunnah
Menjalankan sholat sunnah, agar lebih mudah 
Memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat tahajud, sholat dhuha, shalat witir, dan shalat rawatib sebelum atau sesudah shalat fardhu, bisa membuat kita semakin dekat dengan Allah. Sehingga kita memiliki perisai terbaik untuk mencegah setan menggoda kita lewat syahwat atau nafsu duniawi yang bisa menjerumuskan kita pada dosa.

5. Perbanyak Silaturahim

Menjalin atau memperbaiki hubungan dengan orang lain, bisa dengan sesepuh, keluarga dekat, teman, sahabat, atau bahkan orang yang membenci kita sekalipun, adalah hal yang sangat Allah sukai. Dengan memperbanyak silaturahim, terutama saling mengunjungi, bisa memperkuat keimanan kita kepada Allah. Karena ukhuwah atau persaudaraan muslim itu tergantung tingkat keimanan kita. Semakin kokoh keimanan kita, semakin kuat pula ikatan ukhuwah islamiyah kita.
Bersilaturahmi dengan sahabat dan kerabat [Image Source]
Bersilaturahmi dengan sahabat dan kerabat
Dengan kokohnya ukhuwah, maka budaya saling mengingatkan akan terjaga dengan baik. Sehingga tak akan ada satu saudara atau sahabat pun yang akan tega membiarkan saudara atau sahabat lainnya tergoda bujuk rayu setan lewat syahwat atau nafsu duniawinya. Kiriman do’a dari para saudara atau sahabat agar Allah senantiasa melindungi kita juga bisa menjadi pelindung atau obat mustajab agar kita terhindar dari godaan setan, karena perlindungan langsung dari Allah SWT.

No comments:

Post a Comment